Merapi

Merapi
kebebasan layaknya gunung yang berdiri tegap dan melakukan apa yang dia mau.. akan terusik apabila kejailan mulai mengganggu

Selasa, 01 November 2011

perenungan dipagi hari

handphone berbunyi disubuh hari
membangunkan dari tidur lelapku
termenung aku memikirkan hal itu
hal yang tak kusangka bisa datang menghampiriku

selama ini sudah kucoba menjaganya
dan ternyata akupun tak kuasa menahannya
begitu indah seharusnya
akan tetapi tak semudah yang kukira

gejolakpun semakin menjadi-jadi
membuatku sering meratapi
sudah cukup sampai disinii
menahan perasaan yang tak boleh terjadi

apakah hatiku semendung langit di hari ini?
tinggal menanti hujan yang membanjiri bumi
biarlah hal ini tetap tertata rapi di hati ini
hingga suatu saat aku dapat mengakhiri

ingin rasanya ku berbisik melalui mimpi
akan tetapi itu tak mungkin terjadi
hanya dari hati kehati
kutautkan perasaan ini, dan semoga kau mengetaui

salam dan do'aku selalu ada untukmu
semoga selalu bisa menemanimu
akan selalu menghantarkamu pergi
disuatu saat nanti


Adakalanya dimana sesorang yang bebas mempunyai hal-hal yang memang bersifat pribadi dan tak mudah untuk diungkapkan keorang lain. salah satunya adalah tentang perasaannya. dan ternyata kebebasan memang tak bersifat mutlak diberbagai lini kehidupan. semua tergantung dari setiap individunya. dan perasaanlah yang sering membuat orang tak berpikir rasional dengan dirinya. Selamat menikmati perasaan anda. semua itu adalah bumbu dari sesuatu yang dinamakan kehidupan.







2 komentar:

  1. *semoga komen ini bisa terkirim*
    awalnya aku pikir ini tentang kamu lho tif.. sayangnya bukan, jadi gak bisa komen 'galau' kan...
    terus nulis aja ya tif, aku bakal rajin stalking-in blog kamu :)

    BalasHapus
  2. hahahhaaa... ini perpaduan hati 2 insan mbak... meskipun saya juga ikut campur tangan... tapi adalah sedikit campuran dari perasaan saya.. kalau nggak susah nyusun kata pasti

    BalasHapus