Ketika mendengar kata " Indonesia Kita ", saya yakin tak semua masyarakat Indonesia tahu tentang apa arti Indonesia sebenarnya yang notabene adalah negara mereka sendiri. Indonesia adalah suatu negara yang sangat besar yang terdiri dari berjuta-juta pulau dan mengakibatkan terjadi berbagai macam perbedaan didalamnya. Mulai dari bahasa, adat istiadat, suku, agama, budaya dan lain sebagainya. Apa itu suatu hal yang patut dibanggakan? jawabannya iya. Itu adalah hal yang patut dibanggakan karena dengan berabagai macam keberagaman tersebut kita masih bisa hidup berdampingan dengan begitu mesranya tanpa terlalu menonjolkan perbedaan. Akan tetapi akan menjadi sebuah ancaman juga apabila kita lengah dalam pertahanan khususnya untuk pulau-pulau terluar Indonesia.
Pertanyaan selanjutnya? mengapa kita sebagai masyarakat Indonesia tidak bangga dengan negara sendiri yaitu " Indonesia ". apalagi melihat kenyataan anak muda sekarang yang cenderung lebih membanggakan negara-negara Barat yang bahkan dahulu sempat menjajah kita. Anak-anak muda yang belum memberikan apa-apa terhadap bangsanya akan tetapi banyak omong dan menghujat bangsa. Bahkan terkadang otak kosong pun bisa bicara seenaknya tentang bangsa Indonesia. hal yang tak pernah terpikirkan oleh para anak muda sekarang adalah bagaimana semangat juang para pahlawan kita yang rela mengorbankan dirinya demi kemerdekaan bangsaa Indonesia sendiri. Para pahlawan yang menginginkan Indonesia bisa menjadi negara yang maju dan membanggakan dengan generasi penerus yang membanggakan pula. Salah satu kesalahan dari generasi sekarang karena mereka tidak mengenal bangsanya sendiri bahkan tau akan sejarah bangsanya sendiri. ini yang menyebabkan rasa nasionalisme mulai terkikis sedikit demi sedikit.
Membicarakan masalah nasionalisme dalam hal membela negara taupun menjaga nama baik bangsa mungkin sudah cukup mustahil untuk dilaksanakan. Tidak usah terlalu jauh membicarakan masalah tersebut, hal sepele dalam hal menjaga hujatan aja susah. Demokrasi yang kemudian menjadi kebablasan tanpa mengenal kesantunan. Apa ini yang dinamakan bentuk dari sebuah Nasionalisme. Teriak kesana-kemari kemudian menjadi sorotan media Nasional bahkan Internasional yang tak jarang malah semakin memperburuk citra bangsa. Apalagi dengan kalimat-kalimat yang tak terkontrol.
Melihat realita tersebut sebuah quote dari bung Hatta salah satu pahlawan revolusi kita masih sangat relevan sampai saat ini bahwa " barangkali sekarang ini pun Indonesia adalah sebuah negara besar yang menemukan orang-orang kerdil". kesalahan terbesar mengapa suatu negara itu tidak menjadi besar adalah terletak di Sumber Daya Manusianya. Apabila diibaratkan, seperti sebuah permainan sepak bola. Bola sebagai negara yang akan mengikuti siapa penggiringnya. Apabila pemainnya itu hebat, maka bola itu akan sampai tujuan dan menciptakan poin yang diinginkan. Apabila pemainnya buruk, maka poin itupun tidak bisa dicetak. Sama seperti sebuah negara, tergantung para aktor didalam yang akan membawa negara itu kemana. Nah permasalahannya banyak sekali generasi sekarang yang hanya bisa menyalahkan dan mengkritisi tanpa memberikan solusi. bahkan mungkin malah ikut andil dalam praktek pembobrokan bangsa. Generasi yang kurang menggunakan otaknya sehingga seperti katak dalam tempurung yang tidak bisa mengembangkan pemikirannya. Keapatisan dan kepragmatisan yang semakin merajarela membuat otak kita semakin kerdil karena cenderung menjadi seorang yang mengikuti arus saja tanpa peduli apa dan darimana asal usulnya.
Generasi yang mengerti akan arti sebenernya dari Indonesia Kita dan mencintainya adalah generasi yang berpikir kritis dan mau menganalisa sebelum bersuara ataupun bertindak untuk negaranya. Dan tidak melakukan berbagai tindakan dan perilaku tidak benar dari masa lalu yang jelas-jelas telah menjerumuskan bangsa dan negara kepada kehancuran diulangi dengan sadar dan tanpa perasaan bersalah (Nurcholis Madjid ). Kenalilah Indonesia secara mendalam, bagaimana alur sejarah terbentuknya. Seperti kata bung Karno, " jas merah '' yang pada intinya jangan melupakan sejarah. Karena dari sejarah itulah kitaa bisa mengambil sebuah sikap. Mengetahui apa tujuan luhur sebenarnya dari bangsa kita. Vokal dan Kritislah karena itu memang perlu. Akan tetapi niat dan dedikasikan itu memang hanya untuk kebaikan negara. Jaga netralitas bukan hanya sekedar bualan kepentingan. Jadikan kita sebagai aktor intelektual yang benar-benar hebat untuk bangsa. Melakukan apa yang memang dibutuhkan dengan cara dan analisa yang benar demi satu kenajuan bangsa. Bangsa yang besar, bangsa dimana generasinya mengetahui dengan dalam tentang bangsanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar