terkadang tak bisa dinafikkan bahwa mahasiswa mempunyai tingkat stressing yang cukup tinggi. tingginya aktivitas, baik aktivitas kuliah sebagai mahasiwa ataupun sebagai aktivis mahasiwa tak jarang membuat mahasiwa terlihat lesu karena terkurasnya energi baik otak maupun fisik. ketika hal tersebut terjadi, yang paling ingin kita lakukan adalah kabur dari rutinitas sehari-hari dan mencoba mencari kegiatan baru yang bisa dilakukan untuk melupakannya meskipun hanya sesaat. hal apa yang mungin bisa kita lakukan? banyak tawaran yang bisa menjadi pilihan, akan tetapi kembali lagi kepada setiap individunya. ada yang cukup dengan menikmati kuliner-kuliner khas dari daerah-daerah tertentu, ada yang kembali ke hobynya maen game, menyanyi ataupun maen kartu, akan tetapi ada juga yang membutuhkan kesendirian dengan berjalan sendiri ke tempat-tempat bersejarah atau pergi ke alam bebas. menikmati segarnya udara, birunya laut, hijaunya dedaunan, karena keindahan Mahakarya Allah tidak akan habisnya. salah satu opsi yang paling manjur diantara opsi-opsi yang bisa dibilang sangat tidak populer bagi kaum hawa dan sering dibilang aneh oleh kaum adam apabila ada kaum hawa yang memilih opsi ini adalah pergi sendiri kealam bebas. karena sangatlah jarang perempuan yang mau berpergian sendiri karena mungkin dilihat dari resikonya, berbeda dengan para pria yang tanpa resiko. akan tetapi kepuasan yang didapatpun akan amat sangat berbeda apabila kita bisa pergi untuk hanya sekedar merasakan hal-hal baru lingkungan yang baru, mengagumi setiap sudut cipaan-Nya hanya untuk sekedar melepas penat. karena alam lah yang akan selalu memberi kebebasan kepada kita, seperti alam yang bebas melakukan apa yang dia mau. bukan berarti kebebasan itu merusak, akan tetapi kebebasan mengexplore ekspresi kita dengan meneriakkan suara hati kita di laut lepas dengan ditemani oleh gempuran keganasan ombak, tiupan basahnya angin, dan pasir yang berterbangan. hal lain yang bia dilakukan adalah mendaki dan mencicipi kemegahan mahakarya Allah yang selalu berdiri tegap dan menjulang seakan-akan ingin menggapai batas fatamorgana langit. menikmati derap langkah menantang tingginya gunung, dan berusaha untuk menikmati keindahan puncak gunung untuk menambah rasa syukur kita karena diberi kesempatan untuk melihat setiap lekuk alam yang diberikan untuk kita. senyumpun akan menyusul terkembang seiring dengan berkembangnya senyum matahari pagi, dan jiwapun akan kembali tenang seiring dengan tenangnya suasana yang sangat berbeda dengan yang sering kita rasakan. udara yang sangat segar bersih dan bebas dari asap akan menjernihkan pikiran kita untuk lebih berpikir yang masuk
akal, tidak semena-mena sesuai yang kita inginkan.
hal yang harus dibawa adalah catatan kecil dan kamera untuk sekedar mengabadikan setiap moment dan sisi keindahan dari mahakar-Nya yang mungkin tidak bisa utuh kita abadikan dengan menyimpannya di otak kita. catatan kecil pun akan sangat berguna, karena inspirasi yang tidak akan ada habisnya kektika kita bergaul dengan alam. karena liarnya alam bebas juga akan mebuat kita liar dalam berpikir, menemukan hal-hal baru bahkan terpikir dengan hal-hal baru yang sebelumnya belum pernah kita pikirkan. dalam anganku bahwa tidak akan lengkap apabila seorang aktifis belum mencoba menikmati keindahan dari gunung. meskipun lelah, akan tetapi tidak akan ada apa-apanya dibandingkan apa yang akan kita peroleh. karena pada sejatinya kehidupan itu akan lengakap apabila antara intelectualitas, agama, sosial dan pengahargaan terhadap lingkungan itu bisa berjalan selaras. hijaunya daun, birunya langit, putihnya awan, segarnya udara akan setia menanti kita. dan cinta terhadap Khaliq maupun manusia lainnya akan lebih bisa terekspresikan disana. mereka : alam dan kebebasan menanti kita untuk segera menggumulinya.. sebuah peradaban yang tak akan pernah lekang apabila kita menjaga dan mencintainya...^^
selamat menikmati, ingat "aktualisai dan kepedulian"......
Puisi Soe Hok Gie
Sebuah Tanya
“akhirnya semua akan tiba
pada suatu hari yang biasa
pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui
“akhirnya semua akan tiba
pada suatu hari yang biasa
pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui
apakah kau masih berbicara selembut dahulu?
memintaku minum susu dan tidur yang lelap?
sambil membenarkan letak leher kemejaku”
(kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih, lembah mendala wangi
kau dan aku tegak berdiri, melihat hutan-hutan yang menjadi suram
meresapi belaian angin yang menjadi dingin)
“apakah kau masih membelaiku semesra dahulu
ketika ku dekap kau, dekaplah lebih mesra, lebih dekat”
(lampu-lampu berkelipan di jakarta yang sepi, kota kita berdua, yang tua dan terlena dalam mimpinya. kau dan aku berbicara. tanpa kata, tanpa suara ketika malam yang basah menyelimuti jakarta kita)
“apakah kau masih akan berkata, kudengar derap jantungmu. kita begitu berbeda dalam semua
kecuali dalam cinta?”
(haripun menjadi malam, kulihat semuanya menjadi muram. wajah2 yang tidak kita kenal berbicara dalam bahasa yang tidak kita mengerti. seperti kabut pagi itu)
“manisku, aku akan jalan terus
membawa kenangan-kenangan dan harapan-harapan
bersama hidup yang begitu biru”
memintaku minum susu dan tidur yang lelap?
sambil membenarkan letak leher kemejaku”
(kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih, lembah mendala wangi
kau dan aku tegak berdiri, melihat hutan-hutan yang menjadi suram
meresapi belaian angin yang menjadi dingin)
“apakah kau masih membelaiku semesra dahulu
ketika ku dekap kau, dekaplah lebih mesra, lebih dekat”
(lampu-lampu berkelipan di jakarta yang sepi, kota kita berdua, yang tua dan terlena dalam mimpinya. kau dan aku berbicara. tanpa kata, tanpa suara ketika malam yang basah menyelimuti jakarta kita)
“apakah kau masih akan berkata, kudengar derap jantungmu. kita begitu berbeda dalam semua
kecuali dalam cinta?”
(haripun menjadi malam, kulihat semuanya menjadi muram. wajah2 yang tidak kita kenal berbicara dalam bahasa yang tidak kita mengerti. seperti kabut pagi itu)
“manisku, aku akan jalan terus
membawa kenangan-kenangan dan harapan-harapan
bersama hidup yang begitu biru”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar