Merapi

Merapi
kebebasan layaknya gunung yang berdiri tegap dan melakukan apa yang dia mau.. akan terusik apabila kejailan mulai mengganggu

Minggu, 30 Oktober 2011

Cinta dan Pofessionalitas

hal yang paling sulit untuk dihindari ketika kepentok dengan satu kata yaitu cinta. banyak sekali hal yang ketika dilihat sebenarnya tidak masuk akal menjadi masuk akal. nah, akan menjadi sangat parah apabila cinta tersebut tumbuh di satu organisasi yang kita ikutin. karena pada akhirnya ketidak profesionalanpun akan rawan terjadi. melihat intensitas pertemuan dari para aktifis muda terkadang tanpa sengaja akan tumbuh benih-benih cinta. entah karena kekaguman, ataupun karena kebiasaan. setiap hari ketemu, ngobrol, pusing bareng-bareng, seneng bareng-bareng dan pada akhirnya pun panah asmara siap menancap ke hati yang terdalam. kalau dijawa terkenal dengan peribahasa "wiwiting tresno jalaran soko kulino". seperti halnya yang sering saya temui akhir-akhir ini. orang-orang yang sering galau dengan perasaannya ataupun orang-orang yang akhirnya jadi malu untuk bertemu dengan orang yang dicintainya. bagaimana dengan saya? saya selalu mencoba untuk tetap profesional dengan menjaga perasaan. selalu berpikir bahwa mereka hanya sekedar motivator saja untuk saat ini. untuk kedepannya ya wallahua'lam. nah akan tetapi tidak bisa disalahkan juga ketika cinta itu menggebu-gebu datang. karena cita itu sebuah rahmat dan hak setiap manusia. tinggal bagaimana cara yang terbaik untuk merepresentasikannya. seperti kata teman saya, ketika kita mencintai seseorang alangkah lebih baik kalau orang yang kita cintai itu tau perasaan kita. meskipun pada akhirnya keputusannya mau berpacaran, atau tidak itu keputusan bersama. mungkin ada yang langsung nikah, ada yang menunggu, adapula yang langsung capcus.



Bolehlah keadaan seperti tetap ada, akan tetapi harus tetap profesional. mengikuti sesuatu karena ingat tanggung jawab, bukan karena seseorang yang dicintai. karena hubungan tak selamanya baik. pasti ada letupan-letupan kecil yang terkadang membuat menjadi tidak semangat. so kesimpulannya,, jangan berhubungan terlebih dahulu ketika masih dalam satu lembaga. kalau memang sudah kepepet, jangan pernah membawa perasaan dalam mengemban tugas. ketika diluar bolehlah, akan tetapi ketika sudah menyangkut tanggungjawab, anggaplah dia sebagai teman biasa. percaya, bahwa cinta tidak akan pernah salah dalam memilih. kalau bukan sekarang, pasti akan ada waktunya. jadi kita tidak akan galau masalah cinta akan tetapi galau masalah kesibukan. 

"Jadikanlah Cintamu sebagai penyemangatmu dan peningkatan profesionalitasmu. jangan sampai cintaimu hanya membuatmu layu dan sendu. Karena cinta sejati itu akan datang tanpa perlu kamu tunggu. biar waktu yang menunjukkan pada dirimu. "

3 komentar:

  1. Ya biasa lah, di tengah kehidupan yang penuh tekanan seperti ini setiap orang butuh teman untuk "curhat".

    Dan setiap orang hanya akan merasa nyaman jika mencurahkan semua isi hatinya kepada pasangannya, 'bukan temannya'. Alasannya sih klasik, kalau "curhat" ke teman takut terbongkar.

    CMIIW

    BalasHapus
  2. ya bisa saja seperti itu... tapi ada beberapa orang yang curhat sesuai dengan porsinya... sesuai bidang dan bentuk nasihatnya...:)

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus