Merapi

Merapi
kebebasan layaknya gunung yang berdiri tegap dan melakukan apa yang dia mau.. akan terusik apabila kejailan mulai mengganggu

Senin, 31 Oktober 2011

Kepekaan Seorang Mahasiwa

selalu ada sebuah tanya yang muncul dibenak, melihat lingkungan tempatku bergaul sekarang ini. apa yang terjadi sebenarnya? kenapasaya merasa ada yang berbeda. Mungkin memang banyak sekali faktor yang mempengaruhinya. entah karena fasilitas yang memang sudah terlalu nyaman, kesibukkan dengan urusan masing-masing ataukah karena memang  faktor kebiasaan untuk tidak memperhatikan kejadian-kejadian di sekitar kita. tanda tanya itupun semakin membesar ketika hal itu juga terjadi pada para organisator. sesorang yang dituntut untuk aktif dan menginspirasi banyak orang. sesorang yang seharusnya menjadi agent of change untuk menjadikan segala sesuatu lebih baik. akan tetapi makin lama hal tersebut semakin terlihat biasa. karena itulah culture nya. bisakah hal tersebut dibiarkan terus menerus? menjadi bertambah malu ketika pertanyaan itu muncul terus-menerus dan selalu ditujukan kepada kita. yang bisa saya lakukan adalah menjawab sesuai dengan apa yang saya tahu. memaksakan kehendak untuk peka terhadap lingkungan memang tidak akan bisa terjadi. karena kepekaan akan tumbuh dari pribadi masing-masing individu. walaupun saya sendiri selalu berpendapat. kita ini anak sosial yang suatu saat mau tidak mau akan bergumul dengan lingkungan sosial juga. butuh keaktifan dan berbagai macam pengetahuan. selain itu juga harus update akan hal-hal yang sedang terjadi apalagi hal-hal tersebut memberikan perubahan dengan kondisi sosial-politik di lingkungan kita. ketika kita diam dan mencoba untuk tidak aware apakah kita akan tetap aman? hal seperti itu tidak akan bertahan lama. karena orang yang tidak mengerti apa-apa akan cenderung menjadi penurut. sehingga mudah untuk ditipu atau melakukan hal-hal yang diinginkan orang lain.

selain ketidak pekaan, adalagi hal yang terjadi dilingkunganku. yaitu orang-orang yang cenderung hanya ingin menjadi follwer. tidak berani mengeluarkan argumentnya, dan hanya berbicara dibelakang ketika tidak sesuai. hal ini biasa terjadi karena kebanyakan dari mereka takut apabila menjadi minoritas dalam suatu forum bahkan dikucilkan. disini kedewasaan dalam berpolitik yang berperan. apabila kedewasaan politik telah terbentuk dengan kokoh, maka perbedaan akan dianggap sangat biasa. bahkan bisa dijadikan sebagai control dalam pengambilan keputusan. orang lain akan mengahargai kita dan segan kepada kita apabila kita punya pendapat yang memang bisa dipertanggungjawabkan meskipun berbeda. bukan berarti mereka akan mendiskriminasi kita, meskipun pada kenyataannya hal itu sering terjadi. orang-orang lebih suka untuk mengikuti sesuatu yang bersifat mayoritas daripada harus terkungkung didalam forum minoritas yang mempunyai berbagai macam resiko bahkan resiko untuk diasingkan. 

" berpendapat adalah Hakmu. akan sangat bodoh apabila kamu tidak memanfaatkan hakmu. kebenaran akan tetap menjadi sebuah kebenaran meskipun hanya didukung oleh segelintir orang. dan kamu akan menjadi orang yang sangat beruntung apabila bisa masuk menjadi salahsatunya"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar